Masa Depan Para Perokok


Perokok Lebih Tahan terhadap Parkinson Ketimbang Bukan Perokok

Jum’at, 12 Maret 2010 | 15:23 WIB

TEMPO Interaktif, California –  Para peneliti memiliki wawasan baru tentang hubungan antara penyakit Parkinson dan merokok. Beberapa studi telah menunjukkan bahwa perokok memiliki risiko yang lebih rendah terkena penyakit Parkinson. Sebuah studi baru yang diterbitkan Neurology edisi daring (online) 10 Maret 2010, menunjukkan bahwa merokok selama beberapa tahun dapat mengurangi risiko penyakit Parkinson. Tapi, menghabiskan banyak batang rokok per hari mungkin tidak mengurangi risiko ini.

“Hasil penelitian ini dapat memandu pengembangan studi mengenai berbagai komponen tembakau dengan model binatang untuk membantu memahami hubungan antara merokok dan penyakit Parkinson,” kata penulis studi ini, Honglei Chen, dari National Institute of Environmental Health Sciences, California, Amerika Serikat. “Namun, mengingat merokok lebih banyak merugikan, tak seorang pun akan menyarankan merokok dalam rangka mencegah penyakit Parkinson.”

Penelitian ini melibatkan 305.468 responden berusia 50 hingga 71 tahun yang menyelesaikan survei pada saat itu dan kembali disurvei 10 tahun kemudian. Selama sama tersebut, 1.662 orang terkena penyakit Parkinson.

Perokok 44 persen lebih kecil kemungkinannya terkena penyakit Parkinson dibandingkan dengan orang yang tidak pernah merokok. Orang yang pernah merokok pada masa lalu dan kemudian berhenti, 22 persen lebih kecil kemungkinannya terkena Parkinson ketimbang mereka yang tidak pernah merokok.

Orang yang merokok selama 40 tahun atau lebih, 46 persen lebih kecil kemungkinannya terjangkit Parkinson dibandingkan dengan orang yang tidak pernah merokok. Mereka yang merokok selama 30 sampai 39 tahun, 35 persen lebih cenderung memiliki penyakit Parkinson daripada yang bukan perokok. Sebaliknya, mereka yang merokok selama satu sampai sembilan tahun, hanya delapan persen lebih kecil kemungkinannya menderita penyakit Parkinson.

Risiko terjangkitnya penyakit Parkinson tidak berubah berdasarkan berapa banyak seseorang mengisap rokok per hari.

ScienceDaily/Ngarto Februana

Sumber : Tempo Interaktif

http://www.tempointeraktif.com/hg/kesehatan/2010/03/12/brk,20100312-232151,id.html

About gmnisukijo
Pejuang-pemikir, Pemikir-pejuang

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: